Jangan Ada Lagi Tindakan Represif Polisi Seperti di Unas

Jangan Ada Lagi Tindakan Represif Polisi Seperti di Unas

- detikNews
Minggu, 25 Mei 2008 18:16 WIB
Jakarta - Tindakan polisi yang masuk ke kampus Unas menuai kecaman. Meski pihak Mabes Polri beralasan tidak ada larangan dalam UU, tetapi tetap saja hal itu dinilai sebagai cacat.

"Itu tidak etis, apalagi sampai melakukan perusakan. Jangan terulang lagi tindakan represif polisi," kata anggota Koalisi Muda Parlemen Yuddy Chrisnandi saat jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (25/5/2008).

Yuddy yang juga anggota Komisi I DPR asal Fraksi Golkar ini, bersama rekan-rekannya antara lain Maruarar Sirait dari PDIP dan Aryo Wijanarko dari PKB menyesalkan tindakan polisi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya tidak menyerbu. Karena itu kami akan mendesak rekan-rekan di Komisi III DPR untuk memanggil Kapolri dan memberikan penjelasan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan itu," jelasnya.

Dia juga meminta agar polisi tidak mengaburkan persoalan dengan memakai isu minuman keras, narkoba, atau pun granat. "Bedakan mahasiswa dan pelaku kriminal, dan perlu diusut siapa pemilik granat tersebut," tandasnya. (ndr/nrl)


Berita Terkait