"Kondisi stres akibat kenaikan BBM saat ini akan membawa dampak kejiwaan bagi masyarakat luas khususnya para orang tua dan anak remaja," kata pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr Ari Fahrial Syam SpPD K-GEH MMB dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (25/5/2008).
Menurut Ari, berbagai keluhan fisik yang timbul sebenarnya bukan karena kelainan organ tetapi pengaruh kejiwaan. Berbagai penyakit kronis yang memang sebelumnya sudah ada akan kambuh dan tidak terkendali akibat timbulnya faktor stres ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ari menambahkan kondisi fisik dan kejiwaan saling mempengaruhi. Stres sangat mungkin mengganggu fisik seseorang. Berbagai keluhan akibat stres antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung, otot kaku, banyak keringat, ujung tangan dan kaki terasa dingin, gatal-gatal pada kulit tanpa sebab, nyeri dada atau ulu hati, mual, perut kembung, dan diare.
"Tetapi perlu dipastikan dulu apakah ada penyakit organik. Jika tidak ada, maka keluhan itu dari penyakit psikosomatik," kata Ari.
Ari menyarankan tips yang juga bersifat kejiwaan untuk mengatasi stres ini. "Pengendalian diri, hidup apa adanya dan pasrah kepada Sang Pencipta merupakan faktor penting untuk menghadapi kondisi perekonomian yang diperberat oleh kenaikan harga BBM yang baru saja terjadi ini," sarannya. (fay/nrl)










































