Kenaikan Harga BBM Mempengaruhi Kesehatan Jiwa Masyarakat

Kenaikan Harga BBM Mempengaruhi Kesehatan Jiwa Masyarakat

- detikNews
Minggu, 25 Mei 2008 15:58 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM tentu saja menambah stres masyarakat yang sehari-hari sudah punya banyak beban hidup. Hati-hati, stres bisa merembet mengganggu kesehatan anggota tubuh yang lain.

"Kondisi stres akibat kenaikan BBM saat ini akan membawa dampak kejiwaan bagi masyarakat luas khususnya para orang tua dan anak remaja," kata pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr Ari Fahrial Syam SpPD K-GEH MMB dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (25/5/2008).

Menurut Ari, berbagai keluhan fisik yang timbul sebenarnya bukan karena kelainan organ tetapi pengaruh kejiwaan. Berbagai penyakit kronis yang memang sebelumnya sudah ada akan kambuh dan tidak terkendali akibat timbulnya faktor stres ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyakit yang bisa kambuh karena stres antara lain hipertensi, sakit jantung, kencing manis, asma, alergi kulit, sakit maag dan pencernaan, migren atau vertigo," jelasnya

Ari menambahkan kondisi fisik dan kejiwaan saling mempengaruhi. Stres sangat mungkin mengganggu fisik seseorang. Berbagai keluhan akibat stres antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung, otot kaku, banyak keringat, ujung tangan dan kaki terasa dingin, gatal-gatal pada kulit tanpa sebab, nyeri dada atau ulu hati, mual, perut kembung, dan diare.

"Tetapi perlu dipastikan dulu apakah ada penyakit organik. Jika tidak ada, maka keluhan itu dari penyakit psikosomatik," kata Ari.

Ari menyarankan tips yang juga bersifat kejiwaan untuk mengatasi stres ini. "Pengendalian diri, hidup apa adanya dan pasrah kepada Sang Pencipta merupakan faktor penting untuk menghadapi kondisi perekonomian yang diperberat oleh kenaikan harga BBM yang baru saja terjadi ini," sarannya. (fay/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini