"Keputusan pemerintahan SBY yang tidak bijak tanpa melihat realitas kehidupan masyarakat yang semakin berat dan didahului dengan kenaikan harga sembako," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Tjahjo Kumolo dalam pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (24/5/2008).
DPR sebagai lembaga wakil rakyat, lanjut Tjahjo, harus menolak kenaikan harga BBM tersebut. "Hak-hak DPR akan digunakan untuk meminta pemerintah realistis melihat nasib rakyat," sambungnya.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada Jumat lalu mengumumkan, harga BBM untuk premium Rp 6.000, minyak tanah Rp 2.500, dan solar Rp 5.500 per liter. Sebelumnya, harga premium Rp 4.500, solar Rp 4.300, dan minyak tanah Rp 2.000 per liter. Dengan harga baru ini, maka kenaikan harga BBM ini rata-rata 28,7 persen. (yid/nvt)











































