Polisi Sulit Deteksi Sidik Jari di Granat Nanas Unas

Polisi Sulit Deteksi Sidik Jari di Granat Nanas Unas

- detikNews
Minggu, 25 Mei 2008 10:12 WIB
Jakarta - Sidik jari yang melekat di granat nanas aktif yang ditemukan di kampus Unas sulit dideteksi. Namun pihak kepolisian tidak akan menyerah begitu saja.

"Agak sulit ya mendeteksi sidik jarinya, karena permukaannya tidak halus," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira saat dihubungi detikcom, Minggu (25/5/2008).

"Tapi kami akan terus mencari siapa pelakunya," janji Abubakar.

Dia juga menolak yang dilakukan polisi di Kampus Unas, Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan, adalah bentuk penyerbuan. "Ini sebagian ditangkap di luar. Karena ada yang melarikan diri ke dalam, jadi ya masuk. Lagi pula ditangkap karena bertindak anarkis. Polisi bukan menyerbu tapi menangkap yang diduga anarkis," sambungnya.

Abubakar juga menegaskan yang dilakukan polisi tidak melanggar HAM. Sebab yang dilakukan sejumlah mahasiswa sudah mengganggu warga sekitar, sehingga perlu ditertibkan.

"Kampus juga bukan wilayah yang kebal hukum. Yang kebal itu kan kedubes, jadi polisi nggak boleh masuk," sambung dia.

Apakah adanya botol minuman keras dan benda-benda tajam itu rekayasa polisi? "Rekayasa bagaimana? Masak polisi masuk bawa-bawa botol. Lalu saat dites urine memang ada yang terbukti pakai narkoba, masak polisi yang nyuruh mereka pakai narkoba. Tidak benar itu," tolak Abubakar. (nvt/ndr)


Berita Terkait