Mahasiswanya Ditangkap Polisi, Unas akan Tunjuk Pengacara

Mahasiswanya Ditangkap Polisi, Unas akan Tunjuk Pengacara

- detikNews
Minggu, 25 Mei 2008 01:16 WIB
Jakarta - Rapat konsolidasi antarlembaga di lingkungan kampus Unas digelar. Banyak hal dibicarakan dalam rapat itu, seperti kronologi masuknya polisi ke kampus dan menangkap mahasiswa, hingga rencana penunjukkan kuasa hukum.

Peserta rapat adalah unit kegiatan mahasiswa (UKM), pihak rektorat, dan yayasan kampus. Hadir pula jaringan mahasiswa dari luar kampus. Rapat digelar di kampus Unas, Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta, Sabtu (24/5/2008) malam. Menjelang dinihari, rapat baru usai.

Asep, alumni Mapala Unas menuturkan pembicaraan-pembicaraan dalam rapat. "Yang dibahas kronologi peristiwa. Dari mahasiswa Unas yang tidak terima kenapa aparat masuk ke dalam kampus," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, yayasan akan segera menunjuk kuasa hukum untuk mengadvokasi mahasiswa yang ditangkap. "Mungkin nanti LBH Jakarta, karena tadi sudah membantu teman-teman juga. Selain itu tidak ada keputusan yang lain. Paling Senin akan merapatkan barusan lagi untuk konsolidasi semuanya," beber Asep.

Terkait perbaikan kampus akibat masuknya polisi yang memburu mahasiswa anarkis, belum dibicarakan. Sebab belum ada data mengenai kerugian dan kerusakan fasilitas. Yang jelas sejumlah kaca telah menjadi korban.

Asep menuturkan, polisi turut menciduk 17 orang yang sedang berada di ruang Mapala. "Mereka dipukuli, diseret masuk ke truk. Di ruangan ada 18, tapi yang satu bisa lolos," ucapnya.

Sebelum subuh, kata Asep, seorang dari 18 orang itu bangun. Saat pergi ke lapangan, ternyata di luar ada banyak polisi. "Pukul 06.00 WIB polisi masuk ke kampus dan akhirnya temanku bisa lari dan ngumpet di plafon. Dia tidak ketahuan oleh aparat," sambungnya.

Dari 17 orang yang diciduk polisi dari sekretariat Mapala Unas, 6 di antaranya adalah tamu dari Bandung, Makassar, Palu, dan Yogya. "Mau ada kegiatan tanggal 27 tapi malah diciduk polisi. Mereka nggak tahu apa-apa. Sekre kita aman tidak mengalami kerusakan karena teman-teman kita langsung menyerahkan diri. Sebenarnya ngenes juga. Pas baru bangun langsung diseret," tutur Asep.

Terkait informasi polisi yang akan kembali datang ke Unas pada Sabtu malam masih simpang siur. Namun pantauan detikcom hingga pukul 23.45 WIB, kampus Unas tampak lengang. Hanya segelintir mahasiswa yang terlihat.

"Dengar-dengar (polisi) mau menggeruduk ke sini karena anggota mereka diserang waktu di Warung Buncit. Tadi kampus sempat disterilkan, pada keluar semua. Tapi habis maghrib polisi nggak datang-datang. Akhirnya dengan segala risiko kita berani kembali ke dalam untuk rapat," pungkas asep.
(nvt/nvt)


Berita Terkait