"Salah satunya tentu dengan class action. Kami akan aktifkan jaringan pesantren-pesantren di Indonesia untuk melakukan penolakan masif terhadap kenaikan harga BBM," kata Sekjen PKB Yenny Wahid usai pembacaan sikap kenaikan harga BBM di Kantor DPP PKB, Jl Kalibata Timur I No 12, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5/2008).
Posisi PKB dalam hal ini, lanjut Yenny, jelas sekali bersama rakyat. Dia menambahkan, berkali-kali rakyat menangisi kebijakan kenaikan harga BBM. Masyarakat juga berkali-kali mengadukan penderitaannya kepada PKB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut puteri mantan Presiden Gus Dur tersebut, pemerintah telah melakukan pembohongan pada publik. Sebab pemerintah mengatakan harga BBM tidak bisa ditahan lagi sehingga harus terus dinaikkan.
Pernyataan itu berbeda dengan penilaian para ekonom dan pengamat yang memberikan pandangan, pemerintah masih memiliki kelebihan uang Rp 35 triliun. Pandangan para ekonom dan pengamat tersebut disampaikan saat mereka diundang untuk berdiskusi oleh DPP PKB.
"Itu itungan Pak Kwik Kian Gie. Kenapa informasi ini disembunyikan kepada publik. Dikatakan pemerintah bahwa menaikkan BBM untuk menyelamatkan APBN, ini keliru. Menyelamatkan APBN tapi megorbankan ekonomi secara keseluruhan," tutur Yenny.
Kebijakan pemerintah tersebut, menurut Yenny bisa mengirimkan jutaan orang ke dalam jurang kemiskinan. "Itu yang kami soroti dan kritisi," tandasnya. (nvt/nvt)










































