Bersama-sama mereka bergerak meninggalkan Mapolres Jaksel dengan tampang kuyu, Sabtu (24/5/2008), sekitar pukul 16.10 WIB. Dengan menumpang 2 Metro Mini, mereka kembali ke kampus Unas, di Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan.
"Kita akan konsolidasi dengan rektor dan dekan bahwa ini adalah aksi untuk menolak kenaikan harga BBM tapi diplintir ke soal penyalahgunaan narkoba oleh polisi," ujar alumni Unas Rosiana di Mapolres Jakarta Selatan.
Rosiana mengatakan, sebagai alumni yang pernah kuliah di Fisip Unas, dia paham dengan perilaku para adik kelasnya. Karena itu Rosiana yakin mahasiswa Unas bersih dan bebas dari narkoba.
"Saya yakin mahasiswa Unas bebas dan bersih dari narkoba," kata Rosiana.
Rosiana menuturkan sepulang dari Mapolres, mahasiswa Unas akan menjalin koordinasi dengan kampus lainnya untuk memprotes tindakan kekerasan yang dilakukan oleh polisi.
"Saya yakin solidaritas kampus se-Indonesia akan terjalin tinggal tunggu waktu saja. Sekarang ini kita sudah didukung oleh 12 Aliansi Kampus di Jakarta," klaim Rosdiana.
Setelah ratusan mahasiswa pulang, lalu lintas di depan Mapolres yang semula ditutup karena banyaknya mahasiswa pada pukul 16.20 WIB sudah dibuka kembali. (nik/ana)











































