Salah satunya adalah Andrian Setyo. Andrian adalah kameramen Trans 7. Saat penyerangan terjadi Andrian berada di dalam kampus Unas. Tepatnya di dekat gerbang Unas. Saat itulah Andrian terkena dua kali pukulan yakni pada kepala bagian belakang dan pundak.
"Tapi untungnya saya pakai helm. Coba kalau tidak, bisa habis," ujar Andrian saat ditemui di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrian mengaku selain dirinya, ada juga wartawan yang menjadi korban. "Ada lagi kayaknya seorang fotografer," kata Andrian.
Bagaimana tanggapan polisi atas pemukulan itu?
"Saya kira tidak ada pencegahan. Mohon rekan-rekan memahami nanti kalau terkena batu dan sebagainya kami yang disalahkan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman.
"Tapi itu kan risiko," jawab salah seorang wartawan.
"Ya walaupun itu risiko anda, tugas saya melindungi masyarakat di situ. Wartawan sebagai masyarakat yang perlu kita lindungi," jelas Adang.
Hingga pukul 15.50 WIB, pemeriksaan terhadap 140 mahasiswa Unas yang ditangkap masih berjalan. Pemeriksaan salah satunya meliputi tes urine.
(nik/ita)











































