Wakil Ketum PBB : Kapolri Harus Mundur dari Jabatan

Polisi Serbu Kampus Unas

Wakil Ketum PBB : Kapolri Harus Mundur dari Jabatan

- detikNews
Sabtu, 24 Mei 2008 15:55 WIB
Jakarta - Peristiwa pembubaran paksa aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang dilakukan oleh polisi mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Hamdan Zoelva mengatakan, polisi telah bertindak brutal dan anarkis.

"Polisi brutal. Kapolri harus tanggungjawab," kata Hamdan dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Sabtu (24/5/2008).

Hamdan mengatakan, aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan mahasiswa Unas tersebut merupakan bentuk ekspresi kekecewaan rakyat. Menurutnya, aspirasi itu harus dihadapi dengan bijak dan profesional oleh kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan tindak kekerasan ini, Polri mundur 10 tahun dan berupaya untuk
mengembalikan paradigma orde baru ke zaman reformasi sekarang ini," ujarnya.

Untuk itu, Hamdan meminta, pihak-pihak yang terkait dalam peristiwa itu agar bertanggungjawab. "Kita menuntut Kapolri mundur dari jabatannya dan menyeret aparat yang melakukan tindakan kekerasan ke muka pengadilan," pungkasnya.
(ptr/ita)


Berita Terkait