"Unas bersatu, tidak bisa dikalahkan... Kembalikan teman kami, bebaskan," teriak mahasiswa Unas yang hanya bisa berunjuk rasa di depan pintu masuk Mapolres Jakarta Selatan, Sabtu (24/5/2008).
Dalam aksinya, mahasiswa Unas meminta Kapolres Jakarta Selatan Chairul Anwar bertanggung jawab atas peristiwa penghancuran kampus Unas, Sabtu pagi tadi. Mereka juga meminta Presiden SBY dan Wapres JK bertanggung jawab atas kenaikan BBM semalam. Selain itu, mereka meminta kawan-kawan mereka yang ditahan dibebaskan.
"Polisi tidak tahu aturan masuk kampus. Tidak punya pendidikan. Motorku hilang satu," teriak mahasiswa Unas yang hanya sebagian kecil memakai jaket almamater berwarna hijau.
Puluhan polisi hanya memantau aksi mahasiswa Unas tersebut. Lemparan gelas Aqua tidak dihiraukan. Toh hanya mengenai sebuah mobil Toyota Kijang yang terparkir di halaman Mapolres.
Mahasiswa yang tiba di Mapolres Jaksel pukul 14.00 WIB dengan mengendarai 2 metromini itu akhirnya kelelahan karena udara yang cukup panas. Sebagian dari mereka akhirnya hanya duduk saja di pinggir jalan.
Sementara itu, Rektor Unas dan dekan-dekan yang mendampinginya masih melakukan perbincangan dengan polisi di dalam Mapolres Jaksel. Hingga pukul 14.20 WIB, pertemuan belum selesai.Β
(ana/nik)











































