Sopir Angkot di Makassar Pilih Mogok

Tarif Baru Organda Belum Ditetapkan

Sopir Angkot di Makassar Pilih Mogok

- detikNews
Sabtu, 24 Mei 2008 12:42 WIB
Makassar - Kenaikan harga BBM yang tidak segera diikuti kenaikan tarif angkutan membuat mutung para sopir angkot atau pete-pete di Makassar. Mereka memilih mogok narik.

Jalan Pongtiku, Makassar, yang biasanya dijejali pete-pete berwarna biru muda, Sabtu (24/5/2008) siang ini terlihat lengang. Hanya sopirnya saja yang terlihat berkumpul sambil duduk-duduk di warung.

Abdul Samad, 55 tahun, sopir Pete-pete jurusan Makassar Mall-Tallo ini berpikir lebih baik memarkir kendaraannya daripada harus dicegat oleh teman sesama sopir di tengah perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain di Jalan Pongtiku, di Jalan Cendrawasih juga tampak ratusan sopir pete-pete memarkir mikroletnya. Beberapa di antaranya tampak menahan pete-pete lain yang melintas, lalu menurunkan penumpangnya. Jalan Masjid Raya dan Jalan AP Pettarani juga tampak sepi oleh angkot.

Aksi yang mereka anggap sebagai solidaritas sesama sopir ini cukup merepotkan penumpang yang membutuhkan jasanya. Iwan dan Ikbal yang merupakan sopir pete-pete melihat peluang lain. Mobil diparkir, mereka pun beralih menjadi tukang ojek.

"Kalau saya tidak bawa pete-pete, mau makan apa anak saya di rumah? Terpaksa saya jadi tukang ojek," curhat Iwan.

Sementara di tempat yang lain masih terlihat beberapa angkot yang nekat tetap menarik penumpang di Jalan AP Pettarani. Arif, 25 tahun, sopir Jurusan Makassar Mall-Daya ini lebih memilih menaikkan sendiri tarif pete-petenya. Tarif sebelumnya Rp 2.500 menjadi Rp 3.000. Mansyur pun begitu, sopir jurusan Makassar Mall-IKIP ini menaikkan tarif pete-petenya 50 persen, dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000.

Penumpang pun ternyata tak langsung terima. Utari, penumpang Pete-pete Makassar Mall - IKIP sontak kaget ketika diminta membayar tarif Rp 3.000. "Sebelumnya saya biasa bayar Rp 2.000. Kalau bayar Rp 2.500, saya ikhlas," keluh Utari.

DPD Organda Sulsel hingga Sabtu ini baru menjadwalkan Rapat Kerja Daerah yang menghimpun 23 DPC Organda yang tersebar di kabupaten/kota se-Sulsel, di hotel Boulevard Makassar. "Seandainya saja tarif baru sudah keluar, baru kami bisa jalan mencari penumpang," curhat Samad.
(ana/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads