Dukungan tersebut terkait usulan deklarasi yang diajukan di Indonesia tentang pembagian virus dan benefit (Responsible Virus Sharing and Benefit Sharing).
Dukungan tersebut didapat saat sidang World Health Assembly ke-61 yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss pada 19-24 Mei lalu. Ini merupakan pertemuan para menkes yang tergabung dalam gerakan Non Blok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut menkes, dalam pertemuan tersebut juga dibahas bentuk kerja sama antara ketiga negara tersebut. Dengan Rusia, Indonesia diajak kerja sama dalam bidang kesehatan. Misalnya dengan training tenaga medis, pembuatan obat-obatan dan vaksin.
"Kita sedang mempertimbangkan kerja sama tersebut. Kita tahu vaksin di Rusia cukup maju," ujarnya.
Usulan deklarasi mengenai Responsible Virus Sharing and Benefit Sharing tersebut akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan di Jenewa pada 30 Juni mendatang. (ita/ana)










































