"Terhadap tindakan kekerasan yang menimbulkan kerusakan, saya menyampaikan rasa prihatin," kata Agung Laksono di depan wisudawan dan wisudawati Universitas Nasional di Balai Sudirman, Panti Prajurit, Jl Soepomo, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5/2008).
Agung juga menegaskan, DPR menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan siapa pun, termasuk aparat. "Selaku ketua DPR, saya minta pihak kepolisian tidak menyikapi gerakan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi masyarakat dengan cara represif," tegas Agung.
Mengenai alasan polisi menyerbu Unas karena mahasiswa yang berdemo menolak kenaikan harga BBM itu membawa bom molotov dan ganja, hal itu tegas ditolak Agung. "Apa pun alasannya, polisi harusnya lebih mengedepankan cara-cara dialog," pungkasnya.
(ana/nik)











































