Tarif listrik blue energy 8 sen/KWh itu bisa dicapai pada prestasi per satu membran 12,5 Watt/m2. Ini lebih murah dari listrik tenaga angin yang tarifnya EUR 10,3 sen/KWh, tapi masih lebih mahal dari listrik fosil yang saat ini tarifnya EUR 5 sen/KWh.
REDstack, salah satu operator blue energy di Belanda (nama RED diambil dari Reverse Electrodialysis, salah satu metode blue energy, red), memperkirakan bahwa ke depan tarif listrik blue energy per KWh akan semakin lebih murah.
Hal itu dimungkinkan dengan inovasi, sedangkan bahan baku tetap melimpah, gratis dan mudah diambil dari alam. Ini berbanding terbalik dengan listrik konvensional dari fosil yang akan semakin mahal karena bahan baku yang semakin menipis.
Saat ini saja, menurut majalah profesi De Ingenieur, berkat inovasi membran perusahaan Statkraft (Norwegia) mengklaim bisa menjual listrik blue energy dengan tarif EUR 5 sen/KWh setara dengan tarif listrik dari fosil.
Di Belanda, blue energy mendapat perhatian besar dari pemerintah di samping energi tenaga angin. Investor swasta yang mau menggarap energi yang sustainable ini diberi subsidi. Saat ini pusat blue energy yang sudah dikembangkan adalah di Afsluitdijk dan Waddenzee.
Sementara muara Sungai Rijn juga memiliki potensi 6000 MW, cukup untuk 1.500.000 rumahtangga dengan asumsi per rumahtangga mendapat kapasitas daya 4000 Watt. Alam terjaga lestari dan tak pusing memikirkan harga minyak bumi.
(es/es)











































