Saksi: Polisi Kepung Mahasiswa, Gebuki Sampai Berdarah

Saksi: Polisi Kepung Mahasiswa, Gebuki Sampai Berdarah

- detikNews
Sabtu, 24 Mei 2008 09:31 WIB
Jakarta - Penyerbuan polisi ke dalam kampus Universitas Nasional (Unas) membuat sejumlah saksi mata tercengang. Mereka menyaksikan ratusan polisi mengepung 50-an mahasiswa, lalu digebuki, ditelanjangi dan digiring masuk truk.

Cerita itu berawal saat polisi hendak membubarkan demonstrasi 300 mahasiswa di depan kampus Unas, Jalan Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan, itu Sabtu (24/5/2008) pukul 05.00 WIB.

Karena digebuki, mahasiswa lari kocar-kacir ke dalam kampus. Polisi mengejar. Mahasiswa lari berpencar. Ada yang berhasil lompat pagar ke luar kampus. Ada yang bersembunyi di sejumlah ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun naas bagi sekitar 50-an mahasiswa. Mereka terpojok di sebuah lapangan kampus. Karena tak ada kemungkinan lari lagi, mereka bertahan dengan cara duduk di lapangan itu.

"Mereka melakukan aksi duduk supaya polisi menghentikan aksinya. Tapi justru polisi membuat lingkaran dan beramai-ramai memukuli kami memakai pentungan dan tameng mereka," kata Baron.

"Itu pembantaian!" kenang Baron yang kemudian berhasil kabur dengan meloncati pagar. Dari balik pagar itu, Baron menyaksikan rekan-rekannya terus digebuki.

Kesaksian Baron dikuatkan satpam Unas bernama Iwan. Dari sebuah WC di lantai 4, Iwan melihat 50-an mahasiswa dikepung polisi. "Mereka diinjak-injak. Pokoknya polisi sadis sekali," kenang Iwan.

"Baju-baju para mahasiswa itu dicopoti. Mereka (mahasiswa) teriak-teriak minta ampun," kata Iwan.

Setelah 'dibantai' itu, truk polisi datang mengangkut mereka. Mereka itulah sebagian dari 100 mahasiswa Unas yang dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan.

Kini, pukul 09.00 WIB, di lapangan itu tampak berceceran pakaian, kunci, helm, celana, dompet. Tampak tetesan darah di sekitar lokasi. Mengerikan! (aba/aba)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads