Proses pencairan dibuka Sabtu (24/5/2008) pukul 08.00 WIB. Warga terlebih dulu antre di depan pintu masuk. 2 Satgas BLT melakukan pengecekan sekali lagi, yakni mencocokkan kartu BLT dengan KTP. Setelah itu diberikan nomor urut. Selanjutnya mereka langsung menuju loket untuk mencairkannya.
Loket dibagi dua, khusus lansia dan biasa. Antrean berjalan lancar dan tertib. Setelah menyerahkan kupon, mereka akan menerima 6 lembar uang Rp 50 ribu. Tak perlu tanda tangan atau cap jempol.
Mbah Walijo (70) tampak sumringah sesudah menerima Rp 300.000 itu. Sesudah menerimanya, janda yang tinggal di Karanganyar, kel Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, itu langsung duduk dan menghitung ulang. Setelah pas, lalu dimasukkan ke dompet.
"Nanti untuk beli beras di Pasar Prawirotaman. Lumayan dapat Rp 300.000," kata Mbah Walijo kepada detikcom yang menghampirinya.
"Kamu untuk apa?" tanya Mbah Walijo pada tetangganya yang juga baru saja menerima dana BLT.
"Untuk belanja pokoknya," ujar tetangganya itu tersenyum. Mbah Walijo pun membalas dengan senyum.
Tak ada kericuhan dalam pembagian dana BLT di kantor pos ini. Sempat terjadi kesalahan nama yang tertulis dalam kartu BLT dengan KTP, namun setelah dicocokkan dengan kartu Keluarga, petugas memperbolehkan. (aba/aba)











































