"Kerugian hampir Rp 100 juta," ungkap Humas Unas, Malik, ditemui di tempat kejadian, Sabtu (24/5/2008) pukul 08.00 WIB.
Kaca-kaca pecah tampak di jendela gedung Rektorat Unas yang letaknya dekat pintu gerbang Unas, di laboratorium perhotelan, dua blok gedung kuliah, gedung pusat unit kegiatan mahasiswa, ruang ATM, telepon umum dan posko satpam. Pot bunga dan motor juga tampak menjadi sasaran aparat kepolisian yang mencari mahasiswa yang membawa bom molotov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusakan sejumlah fasilitas umum Unas ini dimulai saat polisi merangsek masuk kampus pada pukul 05.00 WIB. 2 Truk polisi masuk membawa puluhan personel polisi, lalu mengejar mahasiswa sambil memukuli fasilitas kampus dengan tongkat.
Tak kurang 100 mahasiswa diamankan polisi dan dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan. Polisi menuduh ada mahasiswa yang membawa bom molotov dan narkoba jenis ganja.
"Aktivitas kampus terpaksa diliburkan untuk memulihkan suasana," kata Malik. (aba/aba)











































