Awalnya, 100-an mahasiswa Unhas itu menggelar unjuk rasa di depan Pintu I Kampus Unhas Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (23/5/2008) malam. Pukul 22.00 Wita, saat salah satu dari mereka berorasi, polisi mendatangi massa aksi itu.
Polisi meminta mereka membubarkan diri. Polisi kemudian menarik megafon yang sedang digunakan koordinator aksi Zulhajar. Massa demonstran ini tak bergeming, aksi terus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mahasiswa sudah masuk ke dalam, satu lagi mahasiswa bernama Roni (Antropologi Unhas) dicokok. Sebenarnya roni bukan peserta demonstrasi, dia datang hanya untuk menonton saja.
Zulhajar menegaskan, malam ini hanya untuk melakukan perenungan dan sebatas aksi solidaritas menentang kenaikan BBM. "Namun entah mengapa, polisi menghardik kami dan malah menuduh saya sudah meminum minuman keras," katanya.
Hingga saat ini, ratusan mahasiswa tersebut masih berkumpul di dalam kampus dan menyalakan lilin. Mereka masih berkumpul, membahas aksi lanjutan yang akan mereka gelar keesokan hari. (aba/aba)











































