Delapan DPW Ansor itu mendesak Pengurus Pusat GP Ansor segera mengelar Konferensi Besar untuk menyikapi langkah politik keponakan Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid itu. Pengurus DPW Ansor Banten, Ali Nurdin, menilai tiga tahun kepemimpinan Saifullah Yusuf belum berhasil.
"Selama tiga tahun kepengurusan, banyak agenda organisasi yang belum dilaksanakan maksimal. Dengan keikutsertaannya dalam Pilkada Jatim tentu berpengaruh terhadap kinerjanya dalam menjalankan organisasi," kata Ali dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"GP Ansor pada periode pertama kepemimpinan Saifullah Yusuf periode 2000-2005 sangat brilian sehingga Ansor diperhitungkan dalam perpolitikan nasional. Tetapi pada periode 2005-2010, Ansor mengalami kemunduran dan meredup," terang Ali.
Konferensi besar juga diharapkan bisa menghasilkan keputusan menyangkut keikutsertaan Saifullah dalam Pilkada Jawa Timur, termasuk mengevaluasi proses pengambilan keputusan non-aktif Saifullah Yusuf dan keputusan penentuan pengisian lowongan pelaksana tugas sementara Ketua Umum GP Ansor.
Delapan orang dari 8 DPW yang mengklaim mewakili 20 DPW itu adalah Zaenal Abidin (DKI Jakarta), Ali Nurdin (Banten), Machsin (Sumut), Ahmad Syam Mirzan (Bangka Belitung), As'ad Isna (Jambi), Koymuddin (Sumsel), Khairuddin (Bengkulu), dan Rahmatullah (Sumbar).
(aba/aba)










































