"Ini penemuan kuno. Kenapa bisa murah padahal ini lebih mahal dari bahan bakar fosil?" jelas Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT Unggul Priyanto kepada detikcom, di Kantor Menristek, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2008).
Namun karena diklaim murah, BPPT terbang ke Bali untuk mencari tahu murahnya temuan Joko tersebut. "Tapi kata Joko itu rahasia. Joko nggak kooperatif terhadap BPPT," keluh Unggul.
Joko Suprapto dikabarkan hilang sejak 7 Mei 2008 saat perjalanan dengan pesawat dari Surabaya ke Jakarta. Namun Joko tidak hilang, dia ditemukan terbaring di salah satu RS di Madiun oleh Densus 88. Pada Kamis 22 Maret 2008 Joko dikatakan telah pulang ke rumahnya di Nganjuk, Jawa Timur. (nik/fay)











































