Iklan Wiranto Wajar dan Bukan Black Campaign

Iklan Wiranto Wajar dan Bukan Black Campaign

- detikNews
Jumat, 23 Mei 2008 17:09 WIB
Jakarta - Kalangan Istana kebakaran jenggot dengan iklan Wiranto soal rencana kenaikan harga BBM. Namun, iklan Wiranto itu dinilai wajar dan tidak masuk dalam kategori black campaign.

Itulah intisari dari pendapat mantan Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti dan pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Kacung Marijan di sela-sela diskusi 'Kampanye Pemilu 2009 yang Berdurasi Panjang' di Menara Eksekutif, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2008).

Ramlan mengatakan, iklan Wiranto itu dinilai wajar menjelang kompetisi Pilpres 2009 mendatang. Terlebih lagi iklan tersebut menyoroti soal kebijakan publik. "Inikan soal kebijakan publik. Kalau ada bukti otentik wajar saja," ujar Ramlan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ramlan menjelaskan, yang dinilai tidak etis jika iklan tidak berdasarkan bukti dan hanya berdasarkan pada tuduhan. "Akan tidak wajar lagi kalau menyerang pribadi orangnya," tutur Ramlan.

Kacung juga memberikan penilaian yang sama. Namun dia menilai iklan itu tergolong kampanye negatif. "Negative campaign itu masih boleh. Yang tidak boleh itu black campaign," jelas Kacung.

Kacung menuturkan, rakyat saat ini sudah makin cerdas. Rakyat tidak akan begitu saja terpengaruh dengan melihat iklan maupun slogan-slogan saja. "Rakyat akan melihat track recordnya," ucap Kacung.

Wiranto beriklan di media cetak mengingatkan janji SBY untuk tidak menaikkan harga BBM. Istana pun menanggapinya. Iklan Wiranto dianggap tendensius oleh Istana.

Iklan Wiranto ini dibuat setengah halaman koran. Ada gambar Wiranto berpeci dan orang-orang yang mengantre minyak tanah. Di iklan mencolok itu, tertulis kalimat sebagai berikut:

"Semoga SBY Tepat janji Tak Menaikkan Harga BBM. Karena penduduk miskin akan bertambah, karena keresahan sosial akan meluas, karena masih ada solusi lain. Kami mengimbau pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan harga BBM, apalagi SBY pernah berjanji tak menaikkan BBM kembali. Jika pemimpin berjanji, selayaknya janji itu ditepati." (mar/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads