Selain itu, polisi juga mendatangkan tiga pleton personel Dalmas. Sementara mahasiswa bertahan untuk memastikan teman-temannya yang ditangkap, dibebaskan.
Para mahasiswa sempat bernegosiasi dengan Kapolres Semarang Selatan AKBP Imran Yunus dan Kapolwiltabes Semarang Kombes Masjhudi. Namun mahasiswa yang diamankan, belum akan dibebaskan.
"Mereka tidak ditahan, tapi diperiksa. Setelah itu, pasti akan dikeluarkan," terang Masjhudi dihadapan perwakilan pendemo.
Pendemo mengalah. Mereka pilih berorasi dan bernyanyi-nyanyi di depan pintu lobi.
Berdasar keterangan pendemo, ke-8 mahasiswa yang diamankan adalah Moh. Yazuna Laili, Toni, dan Taufik dari PMII, Ruben, Ali, dan Agung Nugroho dari GMNI, Darmawan dan Rahmat Sutopo dari LMND.
"Mereka dipukuli. Saya tadi telepon dan mereka mengaku dipukuli selama perjalanan menuju Mapolres (Semarang Selatan)," kata seorang pendemo, Jason.
Para mahasiswa akhirnya meninggalkan DPRD Jateng sekitar pukul 11.45 WIB. Sementara, polisi masih terus berjaga di DPRD. (try/djo)











































