Β
Jumat (23/05/2008), sekitar pukul 02.00 WIB orang tua korban, Zainal Abidin, didampingi pengacaranya Iswadi Idris SH mendatangi Mapolda Sumsel. Mereka melaporkan anggota Polsek Simpang Babat Penukal Utara bernama Briptu Amrullah.
Anggota polisi tersebut dilaporkan menembak dada kiri Indra. Akibatnya korban langsung meninggal di tempat. Kejadian itu terjadi di kebun karet di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Muaraenim sekitar pukul 16.00 WIB Kamis 22 Mei.
Pengacara keluarga korban Suwadi Idris mengatakan mereka berharap keadilan. "Kami minta polisi dalam bertindak profesional, jangan asal tembak saja seperti ini. Dia bertugas tanpa membawa surat tugas perintah penangkapan," kata Idris kepada pers di Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Jumat (23/05/2008).
Menurut Suwadi, kejadian itu dipicu masalah perbatasan lahan atau sengketa tanah. Briptu Amrullah mengajak Zainal Abidin ke tempat perbatasan tanah yang diributkan itu. Namun entah mengapa, Zainal kemudian diikat oleh dua orang pria, yakni Ir dan Icon yang datang bersama polisi itu.
Melihat ayahnya diperlakukan demikian, Indra langsung berlari ke arah ayahnya. Namun, Briptu Amrullah langsung mengeluarkan tembakan ke arah korban. (tw/djo)











































