Di rumah tanpa pagar depan itu, ada bangunan pos satpam di pojok kiri. Kemudian di belakangnya ada bangunan semacam joglo terbuka tertulis Padepokan Jodhipati.
Tepat di belakang padepokan itu adalah bangunan rumah induk yang bercat warna putih tulang.
Pantauan detiksurabaya.com, Jumat (23/5/2008) pukul 09.40 WIB itu, rumah yang berada di tepi sawah itu tertutup rapat dan sunyi.
Bangunan yang menyatu di rumah induk, tepatnya bagian belakang, dimanfaatkan untuk studio radio Jodhipati FM dengan tower pemancarnya yang menjulang. Di tempat parkir, terlihat 3 motor.
Selain itu, di samping kiri rumah induk itu terdapat tanah lapang terbuka.
Di padepokan terlihat 5 orang warga. Mereka saat didekati detiksurabaya.com mengaku sebagai karyawan radio.
"Rumah ini kosong. Dua anaknya sekolah, istrinya ke tempat usahanya," kata salah satu di antara mereka.
Istrinya, Winda Mirah, menurut keterangan 5 orang itu mempunyai bisnis salon kecantikan di desanya. (gik/nrl)











































