"Saya sangat kaget dengan hilangnya Joko. Kita kehilangan untuk potensi mendapatkan potensi energi alternatif. Tapi ini yang saya sayangkan, selama ini perhatian pemerintah memang kurang," kata Effendi Choirie, anggota Komisi I DPR, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/5/2008).
Effendi mengatakan, selama ini perhatian pemerintah terhadap para ilmuwan yang memiliki temuan mumpumi di bidang pertanian, teknologi dan lainnya, sangat minim. "Makanya wajar jika ilmuwan terbaik kita pergi ke luar negeri," ujar Effendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya pemerintah bisa memanfaatkan temuan para ilmuwan negeri sendiri. Sebab, negara lain seperti Malaysia, Singapura, maupun Thailand biasa memanfaatkan hasil temuan dari kalangan akademisi sendiri. "Makanya di negara lain tidak perlu lagi lembaga litbang pemerintah. Mereka bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang sudah ada," tutur Effendi.
Penemu blue energy, Joko Suprapto, hilang sejak 7 Mei 2008 dan hingga kini keberadaannya belum diketahui. Informasi yang telah beredar luas, pria asal Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, Jatim, ini hilang setelah pada 7 Mei 2008 lalu naik pesawat ke Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya.
Namun belum jelas dia hilang karena diculik atau sebab lain. Ditengarai, raibnya Joko terkait teknologi temuannya itu. Temuan Joko ini sudah diterapkan dalam ekspedisi Jakarta-Bali menjelang United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) Desember 2007 di Bali.
Mobil yang digunakan uji coba dalam ekspedisi waktu itu adalah 2 Ford Ranger 2500 CC, 1 Isuzu Panther Diesel 2500 CC, 1 Mazda Familia 1800 CC dan 1 bus Mitsubishi 4000 CC.
Ekspedisi ini diberangkatkan Presiden SBY dari kediaman pribadi Presiden di Puri Cikeas Indah tanggal 26 November 2007, dan sukses tiba di Bali pada 3 Desember 2007.
Temuan Joko rencananya akan diproduksi massal dengan kapasitas produksi 10 liter per detik atau setara dengan 5 ribu barel per hari. Tempat produksi juga dipusatkan di Cikeas, Bogor, yang peletakan batu pertamanya juga dilakukan Presiden SBY. (mar/nrl)











































