"Sampai sekarang belum ada. Belum ada permintaan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Natanegara ketika dihubungi detikcom, Jumat (23/5/2008).
Mabes Polri, imbuh dia, juga belum menerima laporan dari Bareskrim ataupun kepolisian di daerah mengenai hilangnya Joko.
Bagaimana dengan pengintaian tertutup menggunakan intelijen? "Belum tahu. Nanti agak siangan. Saya akan cari informasinya," ujar dia.
Informasi yang telah beredar luas, Joko Suprapto, pria asal Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, itu pada tanggal 7 Mei 2008 dikabarkan naik pesawat ke Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya.
Sejak hari itu, keberadaan Joko tak diketahui rimbanya. Sejumlah petugas intelijen dari polisi maupun Kodim dikabarkan diterjunkan untuk mencari pria yang disebut-sebut sebagai almunus Fakultas Teknik Elektro UGM itu. Karena Joko belum ditemukan, maka motif di balik raibnya sang penemu bahan bakar air itu masih gelap.
Ditengarai, raibnya Joko terkait teknologi temuannya itu. Joko menemukan energi bahan bakar air di laboratoriumnya di Ngadiboyo. Teknologi ini prinsipnya menyediakan listrik yang murah untuk memproses air sebagai bahan bakar. (nwk/nrl)











































