Banjir bandang itu membuat satu bangunan gereja rusak. Sementara belasan hektar lahan sawah tertimbun lumpur.
Keterangan yang diperoleh detikcom di Medan, Jumat (23/5/2008) menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian cukup besar dirasakan warga Desa Sibulan-bulan, Kecamatan Purba Tua, karena rusaknya lahan pertanian.
Salah seorang warga, Marsaulina Parapat menyatakan, banjir bandang ini terjadi pada Rabu 21 Mei 2008 malam. Aliran air secara mendadak dalam jumlah besar dari hulu Sungai Bongbongan membawa serta kayu-kayu gelondongan menghantam sebuah gereja yang berada di tepian sungai di desa tersebut, hingga rusak.
"Lumpur pun merendam sawah. Harus dibersihkan agar bisa bercocok-tanam," kata Marsaulina di Sibulan-bulan yang terletak sekitar 300 kilometer dari Medan.
Sejumlah warga menduga banjir bandang ini efek lanjutan dari guncangan gempa berkekuatan 6,1 SR yang melanda Tapanuli Utara Senin, 19 Mei 2008 lalu. Sementara kayu-kayu yang dibawa banjir bandang tersebut diduga akibat praktik illegal logging yang telah berlangsung cukup lama di kawasan lindung tersebut.
Saat ini warga maupun pemerintahan setempat secara bersama-sama berupaya membersihkan sisa-sisa banjir. Dengan menggunakan gergaji mesin, kayu-kayu gelondongan disingkirkan dari sekitar gereja. (rul/nwk)











































