"Silakan konflik. Tapi jangan kelihatan sungguhan. Seperti Muhaimin dan Ali Masykur, konfliknya jangan dimasukkan ke hati. Karena kalau dimasukkan ke hati akan terjadi dendam secara terus-menerus," ujar Hasyim.
Hal itu disampaikan dia dalam sambutan Munas ke-4 Forum Komunikasi dan Silaturamhi Alumni (Foksika) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta, Kamis (22/5/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
baiknya mereka yang sudah dipecat membuat aliansi. Karena sekarang satu kelompok ketika ada yang dipecat merasa senang dan menertawakan. Padahal, dia juga sedang menunggu giliran (dipecat)," imbuh Hasyim yang disambut tawa renyah hadirin.
Hasyim menegur Cak Imin dan Cak Ali. Menurutnya, PBNU selalu menjadi limpahan keluh kesah setiap permasalahan di PKB. Namun, ketika kondisi partai baik-baik saja, mereka melupakan PBNU.
"Yang berat di PKB itu meski pinter bisa mati akal. Orang seperti Alwi Shihab, AS Hikam, itu di tempat lain dihargai, tapi di PKB itu sulit. Setelah saya teliti, karena pendapatnya berdasarkan pendapatan. Jadi dia hilang tidak eksis. Muhaimin baru setelah dipecat saja sering ke saya. Dulu sebelum dipecat jarang," pungkasnya. (irw/nwk)










































