Kehadiran Cak Imin dan Cak Ali di Munas memunculkan guyonan-guyonan yang hangat. Maklum, keduanya kini sedang terlibat perseteruan PKB.
Sejak tiba di tempat Munas, Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta, Kamis (22/5/2008) malam, Cak Imin dan Cak Ali langsung ditodong untuk bersalaman. Mereka lantas berjabat tangan sambil melempar senyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guyonan berlanjut saat Ketua PBNU Hasyim Muzadi tiba di Munas. Hasyim yang datang terlambat tidak bersedia duduk di kursi bagian depan.
Mengetahui hal itu, Cak Imin lantas mempersilakan Hasyim agar duduk di podium. Melihat Cak Imin yang mempersilakan Hasyim, salah seorang peserta menggoda Cak Ali.
"Gimana Cak Ali, Pak Hasyim datang. Apa tidak mau lagi sama Pak Hasyim?" tanya seorang peserta kepada Cak Ali.
"Kalau saya tidak akan mempersilakan, tapi langsung saya jemput," jawab Cak Ali sambil berjalan menghampiri Hasyim.
Cak Imin dan Cak Ali pernah menjadi ketua umum PMII. Keduanya diberi kesempatan untuk memberikan testimoninya di Munas yang akan berlangsung hingga Minggu 25 Mei 2008 itu.
Nah, Cak Ali yang diberi kesempatan berbicara lebih dulu selalu keseleo ketika menyampaikan testimoninya dan membuat hadirin terpingkal. Dia menyebut PMII dengan PKB dan Munas dengan Musyawarah Luar Biasa (MLB).
Sementara Cak Imin saat berbicara menyatakan bahwa antara dirinya dan Cak Ali tidak ada konflik.
"Konflik itu sudah saya anggap biasa. Kita berdua sama-sama punya satu tujuan. Cuma, kalau saya itu tidak ditunjuk, tapi dipilih," ujarnya disambut gerr peserta. (irw/nwk)











































