Antisipasi Harga BBM Naik, Mari Hemat Energi

Antisipasi Harga BBM Naik, Mari Hemat Energi

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2008 19:45 WIB
Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebaiknya tidak selalu disikapi secara politis. Alangkah baiknya, langkah yang tepat untuk mengantisipasinya dengan melakukan penghematan penggunaan BBM.

"Apabila kita bergerak dalam tataran diplomatis, akhirnya seperti yang sudah-sudah. Antisipasi akan sangat terlambat dilakukan," kata Ketua Kelompok Kerja Perindustrian dan Energi Fakultas Teknis UI Yudianto Hasan kepada wartawan di Cafe Venesia, TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta, Kamis (22/5/2008).

Menurut Yudi, kenaikan harga BBM di dalam negeri tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Bila antisipasi terlambat dilakukan, akhirnya masyarakat justru yang menjadi korban lagi. Sebab pemerintah juga mempunyai keterbatasan dalam pemberian subsidi ke masyarakat.

"Secara teoritis, harga minyak dunia masih akan membumbung tinggi atau minimal stagnan pada posisi sekarang. Ini akan sangat memberatkan APBN," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Yudi, bangsa Indonesia harus melakukan penghematan penggunaan energi minyak guna menghadapi krisis energi saat ini. Selain itu, ada transformasi dari masyarakat boros energi menjadi masyarakat yang hemat energi.

Apalagi melihat cadangan sumber energi saat ini tidak terlalu besar. Cadangan minyak Indonesia hanya tinggal 0,3 persen dari cadangan minyak dunia. Selain itu, gas yang tersisa Β 0,6 persen dari cadangan gas dunia dan batubara hanya 3 persen dari cadangan batubara dunia.

"Jadi, mau tidak mau , hemat energi antara lain hemat BBM dan listrik menjadi suatu keharusan. Bukan hanya di tataran birokratis, tapi dilakukan semua sektor terkait seperti rumah tangga, transportasi mau pun industri," ungkapnya.

Guna menyadarkan masyarakat akan persoalan ini, Yudi menambahkan, penting melakukan sosialisasi hemat energi yang benar. Sebab, selama ini sosialisasi tidak ditujukan untuk membentuk suatu budaya, tapi dilakukan hanya sporadis dengan mendukung program pemerintah.
(zal/ana)


Berita Terkait