Menurut Koordinator Gerakan Nasional Tidak Pilih Politisi Busuk (Ganti Polbus), Jeirry Sumampow, pihaknya sudah melakukan beberapa pendataan terhadap para politisi busuk. Lewat data tersebut, ia menyimpulkan mayoritas wakil rakyat di DPR saat ini adalah politisi busuk.
"Ada (yang bersih), tapi jumlahnya cuma sedikit," ujarnya tanpa mau menyebut angka pastinya di sela-sela acara deklarasi Ganti Polbus di Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari PKS atau PAN? "Kalian lebih tahulah," elak Jeirry.
Jeirry menolak menyebut siapa saja politisi terbusuk maupun semi busuk karena enggan membuat masalah di awal deklarasi Ganti Polbus. Ia khawatir jika diumumkan sekarang, program Ganti Polbus justru tidak berjalan dengan sukses.
"Jika diumumkan sejak awal, nanti takutnya cuma ngurusin somasi saja," kata pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Nasional Jaring PPR ini.
Jeirry menambahkan, ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menilai politisi tersebut busuk atau tidak. Kriteri tersebut yakni menyangkut isu HAM, korupsi, lingkungan, narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan ekonomi sosial (ecosoc).
Jeirry berharap, jika kelak nama-nama politisi busuk diumumkan, masyarakat tidak memilihnya lagi dalam Pemilu 2009 mendatang.
(anw/nrl)










































