Arya mengaku sudah bersama Al Amin sejak suami pedangdut Kristina itu selesai rapat di Komisi IV DPR pada Selasa 8 April 2008. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB lewat. Sebelum berangkat dari DPR untuk mencari tempat makan malam, Al Amin sempat menitipkan 2 buah amplop berwarna coklat pada Arya.
Mereka kemudian menuju Rumah Makan Sari Bundo di Jalan Juanda. Sopir Al Amin diturunkan di tengah jalan, sehingga mobil BMW berwarna hitam milik Al Amin itu lalu disetiri Arya. Di tengah perjalanan itu pula, Arya mengaku mengembalikan 2 amplop yang dititipkan Al Amin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela-sela obrolan itu, Arya menghubungi Efielian. Efiel bersedia menemani Arya dan Al Amin di pub Hotel Ritz Carlton, namun mahasiswa Universitas Pakuan Bogor ini minta dijemput di Hotel Four Seasons, di Jalan HR Rasuna Said.
"Sejak di Sari Bundo, saya sudah punya janji dengan teman saya Efielian. Jadi Efielian ikut saya satu mobil dari Four Seasons sampai Ritz Carlton. Di Ritz Carlton, saya, Efiel, Pak Amin dan rekan Pak Al Amin satu table," beber Arya.
Arya tidak mengenal rekan Al Amin itu. "Saya tidak tahu itu Pak Sekda. Baru tahu saat pemberitaan muncul. Selama kami di tempat hiburan tersebut, saya tak melihat ada transaksi antara Pak Al Amin dan Azirwan. Tidak mungkin ada transaksi," kata Arya.
Namun pernyataan Arya terakhir ini mendapat peringatan dari hakim tunggal Artha Theresia. "Saya perlu ingatkan bahwa saudara hanya perlu menerangkan apa yang saudara ketahui, tidak perlu menerangkan pendapat, apalagi kalau tidak ditanya," kata Artha.
"Apa saja yang dilakukan?" lanjut Artha.
"Nonton live music di sana," jawab Arya.
Setelah berbincang-bincang satu sama lain dan puas menikmati hiburan, Arya, Al Amin dan Efielian pun berencana pulang. Mereka turun menuju basement, tempat mobil diparkir. Waktu sudah beranjak ke Hari Rabu, 9 April 2008, sekitar pukul 01.30 WIB.
"Saat masuk pulang di basement, Pak Amin sudah dekat ke mobil, tiba-tiba dihampiri 2 orang. Lalu ada rombongan di mobil lain. Saya berada di belakang Pak Al Amin bersama Efiel. Saya mendekat, saya pikir itu rampok. Saya hampiri Pak Al Amin, akhirnya saya tahu itu tim dari KPK. Saya lalu dipisahkan. Pak Amin diperiksa. Setelah itu mobil Pak Amin dibongkar, bagasi dibuka, semua dicek," cerita Arya.
"Saya dengar ada yang dibicarakan dari temuan di bagasi itu. Saya sayup saja mendengar karena ada jarak," lanjutnya.
"Saya dengar, 'Ini ada uang 60 juta di bagasi'. Pak Al Amin bilang, 'Ini uang saya'. Itu saja yang saya dengar," kata Arya mencoba mengingat peristiwa yang mungkin terjadi sekali seumur hidupnya itu.
Pengacara Al Amin, Ahmad Yani, kemudian mengajukan pertanyaan. "Waktu sampai di Ritz, sudah ada orang lain di meja?" tanya Ahmad Yani. "Apakah Al Amin sempat ke meja lain?" tambah Ahmad Yani.
"Itu tidak. Paling-paling cuma ke toilet," jawab Arya. (aba/asy)










































