Kronologi Penembakan 2 Perampok di Cikokol
Kamis, 22 Mei 2008 14:00 WIB
Jakarta - Hari masih gelap. Jam baru menunjukkan sekitar pukul 00.30 WIB pada Kamis (22/5/2008). Saat itulah kawanan perampok yang terdiri dari 5 orang beraksi di kompleks perumahan di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Aksi jahat perampok itu diketahui si pemilik rumah. Dengan terburu-buru mereka pun kabur meninggalkan rumah korban. Bruuum... Bunyi mobil yang dikendarai perampok menghilang di kegelapan malam. Pemilik rumah yang panik lantas melapor ke satpam kompleks. Laporan itu diteruskan ke Polsek Pesanggrahan. Polisi yang mendapatkan laporan itu tidak buang-buang waktu. Mereka bergegas mengejar pelaku ke Petukangan Utara, namun nihil. Pelaku sudah kabur ke Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Polisi membuntuti terus, namun hingga sampai Ciledug belum jua membuahkan hasil. Polisi lantas mendapat laporan ada perampokan di daerah Kunciran, Cikokol. Mobil polisi pun dipacu ke Kunciran yang jaraknya 3-4 km dari Ciledug. Namun para perampok itu kabur begitu polisi sampai di Kunciran. Kejar-kejaran kedua pihak pun tak terhindarkan. Ketika di fly over Sudirman, Cikokol, mobil perampok Kijang B 7878 MI sempat beberapa kali ditembak aparat. Tujuh lubang menganga di badan mobil, hasil tembakan peluru polisi. Di tempat itu, mobil perampok menabrak sepeda motor yang dikendarai warga bernama Gatot. Pria malang itu jatuh tersungkur hingga masuk ke got. Ketika seorang perampok, Lukman, turun dari mobil dan mendekati Gatot, polisi memuntahkan peluru dari jarak dekat. Dor! Dor! Timah panas polisi bersarang di lengan atas Lukman. Bahkan Gatot pun turut tertembak di bagian dada. Sopir mobil perampok yang juga turun dari mobil pun tak luput dari tembakan polisi. Kali ini peluru polisi bersarang di jidat perampok itu. 3 Orang itu pun tewas di tempat. Jenazahnya dibawa ke RSUD Tangerang. Polisi juga mengamankan 2 perampok lain. Sedangkan 1 perampok berhasil kabur. Kamis siang ini, Polsek Pesangrahan dan Polres Jakarta Selatan masih melakukan olah TKP. Kerja sama juga dilakukan dengan Polres Kota Tangerang. Hingga kini polisi belum memberi keterangan resmi.
(nvt/ana)











































