Ke-13 orang ini berhasil diselamatkan kapal lain, setelah terombang-ambing di perairan Geser, Kecamatan Seram Timur, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Kapolres Kabupaten SBT, Kompol Amin Kilwawa, saat dikonfirmasi detikcom via telepon selular membenarkan kejadian ini. "Kapal dihantam ombak setinggi tiga meter. Ombak menghantam bodi kapal sehingga kapal itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam," kata Amin.
Kapal naas yang memuat kebutuhan sembako ke Pulau Gorom, Lecamatan Gorom, itu bertolak dari pelabuhan Sesar Bula, Kecamatan Bula, pukul 03.00 Wit. Setelah tiba di perairan
Geser, mesin kapal mati seketika. ABK kapal berusaha memperbaikinya namun tak kunjung berhasil.
Saat itulah, datang ombak setinggi tiga meter dan menghantam bodi kapal. Kapal pun hilang keseimbangan sehingga terbalik dan tenggelam. ABK dan penumpang nekat menceburkan diri ke laut. Di saat bersamaan, KM Fortuna melintas di perairan Geser dan menemukan ke-13 orang itu terapung-apung. Mereka kemudian dievakuasi KM Fortuna.
"Mereka sudah diperiksa di puskesmas Geser. Mereka dalam kondisi baik," ujar Amin.
Menurut Amin, kondisi perairan Seram Bagian Timur saat ini memang berbahaya. Gelombang laut terkadang mencapai 4 hingga 5 meter. "Saya imbau kapal-kapal yang ingin berlayar memperhitungkan cuaca, kondisi laut dan angin. Jika tidak, akan sangat berbahaya," ungkap Amin. (han/djo)











































