Haruskah Anak Jahat Dipenjara?

Haruskah Anak Jahat Dipenjara?

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2008 12:40 WIB
Buenos Aires - Apakah seorang anak harus dipenjara atas kejahatan berat yang dilakukannya? Masalah ini tengah menjadi perdebatan sengit di Argentina.

Gara-garanya, dua kakak-beradik membunuh seorang anak perempuan yang baru berumur 2 tahun. Kakak-beradik itu merupakan dua anak laki-laki yang usianya baru 9 tahun dan 7 tahun.

Pembunuhan keji yang dilakukan kedua bocah itu menggemparkan Argentina. Kepada psikiater yang memeriksa kondisi kejiwaan mereka, kedua pembunuh kecil itu mengakui perbuatan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diungkapkan kedua bocah itu, mereka secara perlahan menyiksa korban hingga tewas. Korban bernama Milagros Belizan merupakan tetangga kedua pelaku. Mereka tinggal di daerah miskin Almirante Brown di sebelah selatan Buenos Aires, ibukota Argentina.

Kasus ini menimbulkan perdebatan sengit karena hukum Argentina melarang anak di bawah usia 18 tahun dipenjara.

"Mereka tahu rasa sakit yang dialami dia (korban) tapi itu tidak membuat mereka kasihan," kata Hakim Marta Pascual. "Bahkan itu membuat mereka senang," imbuhnya seperti dilansir News.com.au, Kamis (22/5/2008).

Korban menghilang dari rumahnya pada Minggu, 18 Mei lalu. Keluarganya kemudian menemukan jasadnya di sebuah areal kosong. Belizan, anak malang itu ditelanjangi oleh kedua pelaku. Dia kemudian dipukuli dan dicekik dengan kabel telepon. Saat mayatnya ditemukan, kabel telepon masih terjerat di leher Belizan.

Para penjahat anak di Argentina umumnya ditempatkan di rumah khusus pemuda sampai usia mereka 18 tahun. Namun setelah itu mereka dilepaskan begitu saja tanpa dihukum lebih jauh.

Namun kasus pembunuhan Belizan telah memancing perdebatan mengenai apakah kedua anak jahat itu harus diadili begitu mereka mencapai usia 18 tahun.

Menurut koran lokal, Clarin, kedua pelaku kerap dipukuli oleh ibu mereka. Keduanya juga sudah berhenti sekolah selama 2 tahun. Mereka kerap melempari batu ke anak-anak lain dan mobil-mobil yang melintasi jalanan di daerah mereka.
(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads