Keduanya menemui ajal setelah speed boat yang ditumpangi dihempas gelombang setinggi empat meter di perairan Tayando. "Kami baru dengar kabarnya hari ini setelah mendapat informasi dari KPUD Malra," ujar ketua sekretaris KPUD Maluku, Arsyad Rahawarin, kepada
detikcom di kantor KPUD Maluku, Jl Sultan Hasanuddin, Ambon, Kamis, (21/5/2008).
Menurut Rahawarin, kedua petugas penyelenggara Pilkada Gubernur Maluku ini hendak mengantar daftar Pemilih Sementara (DPS) ke kota Tual, ibukota Malra.
Dalam kecelakaan itu, speed boat ditumpangi tujuh orang, termasuk kedua korban. Namun saat pasca dihantam gelombang tinggi, tiga penumpang lainnya ditemukan selamat. Dua penumpang lainnya hilang. Mereka kini masih dalam pencarian TNI AL dan Pelni.
Gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalu akan memberikan santunan kepada keluarga korban. "Itu tugas negara. Pemerintah Daerah Maluku akan memberikan santunan kepada keluarga korban," kata Gubernur. (han/djo)











































