"Harus dilihat apakah yang beriklan itu orangnya kredibel atau tidak. Kalau Pak Wiranto memang kredibel, tetapi apakah substansinya benar," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Saiful Mujani dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (22/5/2008).
"Masyarakat tahu kalau Wiranto begitu ada maunya. Jadi tidak mudah begitu saja menerima pesan," imbuh Saiful.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira Wiranto membuat iklan wajar saja. Ada kritik terbuka juga wajar. Nanti masyarakat yang menilai," sambung Saiful.
Istana Presiden meng-counter iklan Wiranto itu. Hari ini Mensesneg Hatta Rajasa membacakan transkrip pidato SBY pada 7 November 2007 untuk memastikan bahwa SBY tak pernah berjanji tidak menaikkan harga BBM lagi. (nvt/nrl)











































