Menurut lembaga tersebut, blus berwarna putih yang dikenakan para pelajar bisa memancing pemerkosaan dan seks di luar nikah.
"Blus putih itu terlalu transparan untuk anak perempuan dan membuatnya jadi sumber perhatian," kata Wakil Presiden Asosiasi Pelajar Islam Nasional Malaysia, Munirah Bahari dalam statemennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga tersebut mengimbau adanya peninjauan kebijakan mengenai seragam sekolah.
Di Malaysia yang multikultural itu, murid perempuan di sekolah-sekolah negeri punya pilihan untuk mengenakan blus putih beserta rok sepanjang lutut. Para siswi juga bisa memakai baju kurung dan kerudung merupakan opsional bagi kaum pelajar Malaysia.
Menurut Munirah, menutupi aurat tubuh penting untuk mencegah kejahatan seperti pemerkosaan, pelecehan seksual dan bahkan seks di luar nikah.
Dia pun menyarankan agar blus putih diganti dengan blus berwarna lain atau saat mengenakannya harus memakai kaos dalam lebih dulu.
Namun Munirah juga mengkritik sebagian pelajar putri yang memang sengaja mengenakan blus tipis berwarna putih. Mereka melakukannya untuk menggoda kaum pria. (ita/nrl)











































