JK Pilih Dokter Made In Indonesia

JK Pilih Dokter Made In Indonesia

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2008 11:39 WIB
Jakarta - 5 Persen rakyat Indonesia yang mampu lebih memilih berobat ke luar negeri dari pada di dalam negeri. Meski termasuk orang mampu, Wakil Presiden Jusuf Kalla pilih dokter Indonesia.

"Saya harus tetap di Indonesia. Saya tidak mau menganggap kita lebih bodoh dari orang lain. Tapi kadang-kadang, oia ya kepikiran, kenapa? Tapi itu penting kita sadari bersama," kata Kalla.

Hal itu dikatakannya dalam sambutan Seminar Nasional Seabad Kebangkitan Nasional (Stovia-Kemunculan Pergerakan Kebangsaan Nasional) di Gedung Kebangkitan Nasional, Jl Abdurahman, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalla menjelaskan, dengan banyaknya orang Indonesia lari berobat ke luar negeri bukan berarti bangsa ini lebih jelek. Dokter-dokter di dalam negeri juga banyak yang lebih pintar dari dokter di luar negeri.

Menurut Kalla, semuanya berawal pada Kebangkitan Nasional bermula di Stovia pada tahun 1908. Alasannya Stovia waktu itu merupakan perguruan tinggi atau sekolah tinggi yang menonjol. Sehingga bermunculanlah intelektual muda.

Kalla pun mengimbau, hendaknya 100 tahun Kebangkitan Nasional dirayakan tidak hanya diperingati dengan bersenang-senang.

"Kita percaya cara berpikir yang keras dan tentunya 100 tahun bukan hanya untuk merayakan bersenang-senang, tapi dipikirkan apa yang terjadi setelah 100 tahun," ujar Kalla.
(mly/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads