"Saya harus tetap di Indonesia. Saya tidak mau menganggap kita lebih bodoh dari orang lain. Tapi kadang-kadang, oia ya kepikiran, kenapa? Tapi itu penting kita sadari bersama," kata Kalla.
Hal itu dikatakannya dalam sambutan Seminar Nasional Seabad Kebangkitan Nasional (Stovia-Kemunculan Pergerakan Kebangsaan Nasional) di Gedung Kebangkitan Nasional, Jl Abdurahman, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kalla, semuanya berawal pada Kebangkitan Nasional bermula di Stovia pada tahun 1908. Alasannya Stovia waktu itu merupakan perguruan tinggi atau sekolah tinggi yang menonjol. Sehingga bermunculanlah intelektual muda.
Kalla pun mengimbau, hendaknya 100 tahun Kebangkitan Nasional dirayakan tidak hanya diperingati dengan bersenang-senang.
"Kita percaya cara berpikir yang keras dan tentunya 100 tahun bukan hanya untuk merayakan bersenang-senang, tapi dipikirkan apa yang terjadi setelah 100 tahun," ujar Kalla.
(mly/ana)











































