Survei LSI: Reformasi Gagal, Soeharto Dipuja

Survei LSI: Reformasi Gagal, Soeharto Dipuja

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2008 10:21 WIB
Jakarta - 10 Tahun reformasi dinilai gagal. Perekonomian yang kian sulit membuat suasana di zaman Orba tetap disukai. Mendiang mantan Presiden Soeharto pun dipuja. Apa iya?

"Pada momen besar 10 tahun reformasi, LSI melakukan survei, publik puas atau tidak pada masa reformasi dibanding Orba. Hasilnya mengejutkan. Ternyata mayoritas suka suasana Orba. Pak Harto dinilai sebagai presiden yang berjasa," kata Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kepada detikcom, Kamis (22/5/2008).

Menurut Denny, hasil survei yang baru selesai 3 hari lalu dan segera dipublikasikan itu juga menunjukkan Soeharto menduduki peringkat pertama sebagai presiden terfavorit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soekarno di peringkat dua. Sedangkan presiden selanjutnya saya lupa peringkatnya. Itu bukti kegagalan reformasi sehingga wajar banyak pihak yang bicara mengenai Pak Harto, detik-detik reformasi. Sebab,
demokrasi yang dibawa reformasi tidak berujung pada pertumbuhan ekonomi," lanjut dia.

Harmoko


Dalam kesempatan itu, Denny menilai wajar atas munculnya mantan Menteri Penerangan Harmoko dalam kancah politik.

"Saya kira wajar jika para tokoh angkat perannya di era reformasi. Ini harus dikaji kritis. Sejarahwan juga harus menulis peran-peran mereka secara obyektif," ujar Denny.

Menurut dia, munculnya wajah lama akibat adanya krisis leadership.

"Kita ini kehabisan stok pemimpin baru dan muncul wajah lama. Tetapi muncul sebagai dukungan terhadap capres, bukan maju untuk menjadi presiden. Partai mana yang didukung belum tahu," kata Denny.

Denny berpendapat, Harmoko masih memiliki pendukung kuat. "Pemilihnya di kalangan orang tua yang berusia 50 tahun. Harmoko dikenal sebagai tokoh populer. Namun di kalangan cendekiawan mengkritisi perannya. Pro kontra terus terjadi," tutur dia. (aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads