Demikian pendapat Lili Romli, pengamat politik dari LIPI, saat dihubungi detikcom, Kamis (22/5/2008).
Lili menilai, iklan Wiranto itu sangat jelas memanfaatkan rencana kenaikan harga BBM untuk kepentingan politiknya menjelang pilpres 2009. "Ini untuk menunjukkan sikap politiknya agar dinilai berpihak kepada rakyat," ujar Lili.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang lebih penting, kata Lili, baik SBY maupun Wiranto tidak perlu kebakaran jenggot jika polemik ini terus berkembang. Tanggapi saja masalah ini dengan fair dan kedewasaan dalam politik. "Rakyat sekarang sudah rasional. Biarkan rakyat yang menjadi hakim dan memilih mana yang paling benar," tutur Lili.
Wiranto beriklan di media cetak mengingatkan janji SBY untuk tidak menaikkan harga BBM. Istana pun menanggapinya. Iklan Wiranto dianggap tendensius.
Iklan Wiranto ini dibuat setengah halaman koran. Ada gambar Wiranto berpeci dan orang-orang yang mengantre minyak tanah. Di iklan mencolok itu, tertulis kalimat sebagai berikut:
'Semoga SBY Tepat janji Tak Menaikkan Harga BBM. Karena penduduk miskin akan bertambah, karena keresahan sosial akan meluas, karena masih ada solusi lain. Kami mengimbau pemerintah pertimbangkan kembali rencana kenaikan harga BBM, apalagi SBY pernah berjanji tak menaikkan BBM kembali. Jika pemimpin berjanji, selayaknya janji itu ditepati.' (mar/nrl)











































