Tudingan BIN Demo Ditunggangi Agar Masyarakat Aware

Tudingan BIN Demo Ditunggangi Agar Masyarakat Aware

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2008 23:15 WIB
Jakarta - Ka BIN Syamsir Siregar menuding gelombang aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM ditunggangi elite politik. Pernyataan itu dinilai memiliki dasar, mengingat BIN memiliki data yang berasal dari lapangan.

"Ya, dugaan itu benar, berdasarkan data. Seorang kepala BIN, ngomong itu pasti dengan data, nggak mungkin tanpa data," kata pengamat intelijen Wawan Purwanto usai peluncuran bukunya "Soeharto Memang Hebat" di Hotel Sofyan Betawi, Jl Cut Meutia, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2008).

Menurut Wawan, Kepala BIN Syamsir Siregar tentunya memiliki banyak anak buah di lapangan yang memberikan support information, yang akan disampaikan kepada presiden sebagai user. Tapi, bila Syamsir Siregar menyampaikan kepada publik agar semuanyaΒ  waspada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas Wawan pun menjelaskan, dalam dunia intelijen ada tiga lini aktivitas dilakukan, seperti early warning, problem solving dan forcasting. "Apa yg disampaikan oleh Syamsir Siregar adalah early warning supaya masyarakat aware," jelasnya.

Sedangkan, problem solving akan disampaikan oleh presiden sebagai user dan forcasting. Tentunya, dalam rapat kabinet akan diberikan forcasting. "Kalau ke depan tidak teratasi bagaimana? Oleh karena itu, ramalan-ramalan ke depan haruslah memberikan estimasi-estimsi,Β  entah itu dalam jangka 5 tahun, 10 tahun sampai 20 tahun," paparnya.

Jadi memang riil aksi demonstrasi ditunggangi? Tanya wartawan lagi. Wawan kembali menegaskan, siapa pun yang jadi presiden pada saat ini akan mengalami kesulitan yang sama karena kebijakan kenaikan BBM memang tidak populer.

"Ibarat buah simalakama, tidak dimakan ibu mati, dimakan bapak mati. Oleh karenanya harus ada langkah-langkah ke depan, seperti membuka kilang-kilang baru atau energi alternatif, disamping menghemat energi," ujarnya. (zal/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads