"Ya, dugaan itu benar, berdasarkan data. Seorang kepala BIN, ngomong itu pasti dengan data, nggak mungkin tanpa data," kata pengamat intelijen Wawan Purwanto usai peluncuran bukunya "Soeharto Memang Hebat" di Hotel Sofyan Betawi, Jl Cut Meutia, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2008).
Menurut Wawan, Kepala BIN Syamsir Siregar tentunya memiliki banyak anak buah di lapangan yang memberikan support information, yang akan disampaikan kepada presiden sebagai user. Tapi, bila Syamsir Siregar menyampaikan kepada publik agar semuanyaΒ waspada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, problem solving akan disampaikan oleh presiden sebagai user dan forcasting. Tentunya, dalam rapat kabinet akan diberikan forcasting. "Kalau ke depan tidak teratasi bagaimana? Oleh karena itu, ramalan-ramalan ke depan haruslah memberikan estimasi-estimsi,Β entah itu dalam jangka 5 tahun, 10 tahun sampai 20 tahun," paparnya.
Jadi memang riil aksi demonstrasi ditunggangi? Tanya wartawan lagi. Wawan kembali menegaskan, siapa pun yang jadi presiden pada saat ini akan mengalami kesulitan yang sama karena kebijakan kenaikan BBM memang tidak populer.
"Ibarat buah simalakama, tidak dimakan ibu mati, dimakan bapak mati. Oleh karenanya harus ada langkah-langkah ke depan, seperti membuka kilang-kilang baru atau energi alternatif, disamping menghemat energi," ujarnya. (zal/ndr)











































