Ketiga orang itu adalah Ambar, Jalil, warga Cilacap, dan Imam Prasetyo, warga Kebumen. Saat ini, ketiganya diproses di kepolisian setempat.
Pamflet yang mereka pasang berisi sindiran terhadap cagub/cawagub PDIP, Bibit Waluyo dan Rustriningsih. "Jateng Tak Ingin Dinomorduakan", demikian isi pamflet itu. Gambar Bibit tampak terpasang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Imam tak keberatan memasang pamflet. Tapi ia tidak tahu kalau isi pamfletnya ternyata menjelek-jelekkan Bibit Waluyo," kata Sriyanto di kantornya, Jl Tri Lomba Juang Semarang, Rabu (21/5/2008)
Imam yang merasa mendapat imbalan lumayan banyak itu mengajak sejumlah temannya memasang pamflet di Kebumen dan sejumlah lokasi lain. Pemasangan dilakukan tengah malam.
Imam akhirnya diamankan pada Selasa, 20 Mei kemarin, karena ada komplain warga bahwa pamflet yang dipasangnya menjelek-jelekkan cagub Bibit Waluyo. Ambar dan Jalil yang diketahui sebagai pemasok pamflet diamankan kemudian.
Sriyanto mengatakan, pamflet serupa sudah meluas ke beberapa daerah seperti di Kabupaten Sragen dan Semarang. "Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Ini bisa menimbulkan konflik horizontal," demikian Sriyanto Saputro. (try/ndr)
