Rabu (21/5/2008) pukul 14.00 WIB, ratusan mahasiswa itu menggeruduk Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Tak lama setelah beraksi, sejumlah anggota DPR yaitu Ade Daud Nasution, Yuddy Chrisnandi, Abdullah Azwar Anas, dan Ario Wijanarko datang menemui demonstran. Namun simpati ini malah dibalas huuu.
Salah seorang orator yang berdiri di atas mobil meminta mahasiswa dan pers untuk tidak terprovokasi dengan kedatangan 4 wakil rakyat tersebut. Pengunjuk rasa hanya mau didatangi perwakilan fraksi-fraksi yang siap menandatangani dukungan tujuh gugatan rakyat (Tugu Rakyat) yang dibawanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat sekitar 20 polwan turut menjaga aksi itu di depan gerbang Gedung DPR, lagi-lagi mahasiswa ber-huu.
Setelah demo digelar lebih dari satu jam, anggota DPR terus berdatangan menemui demonstran, terutama dari koalisi muda parlemen yakni Jeffrey J Massie dan Nina Kedang.
Dalam demo tersebut, perwakilan mahasiswa menyebarkan selebaran berisi 7 gugatan rakyat yang harus ditandatangani anggota DPR. Gugatan itu antara lain penuntutan nasionalisasi aset strategis bangsa, dan wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Yuddy menyatakan mendukung penuh aksi tersebut. Karena dengan independensi dari pemerintah, Indonesia bisa maju. "Saya mendukung penuh. Buktinya saya menandatangani tuntutan mereka," kata politisi Golkar ini. (nvt/nrl)











































