Istana Tanggapi Iklan Wiranto

Istana Tanggapi Iklan Wiranto

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2008 15:19 WIB
Istana Tanggapi Iklan Wiranto
Jakarta - Wiranto beriklan di media cetak mengingatkan janji SBY untuk tidak menaikkan harga BBM. Istana pun menanggapinya. Iklan Wiranto dianggap tendensius, karena Presiden SBY tidak pernah berucap seperti yang diiklankan.

"Seakan-akan presiden berjanji tidak akan naikkan BBM. Padahal tidak ada presiden mengatakan 'saya berjanji tidak akan menaikkan BBM'," tegas Mensesneg Hatta Rajasa kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (21/5/2008).

Menurut Hatta, janji yang dulu pernah disampaikan SBY adalah untuk selalu dan terus melaksanakan program perbaikan ekonomi. Janji tersebut sudah dan sedang dijalankan oleh kabinet pemerintahan SBY-JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka dari itu iklan yang dipasang oleh Jenderal (Purn) Wiranto itu perlu segera diberikan tanggapan, sebelum akhirnya berlanjut dan semakin menyesatkan masyarakat.

"Kalau tidak dijelaskan seperti ini, gampang ditebak iklan itu akan berlanjut seakan-akan kalau seandainya BBM itu dinaikkan iklannya berubah 'SBY tidak menepati janji'," imbuh Hatta.

Lebih lanjut Hatta mengajak semua tokoh politik untuk memegang teguh etika dalam setiap aksi politik. Sehingga tidak membuat makin panas situasi atau memperkeruh masalah.

"Marilah kita berpolitik secara beretika supaya semua teduh dan enak. Semua didiskusikan dan berdebat dengan baik. Itu lebih enak dan santun," kata Hatta.

Iklan Wiranto ini dibuat setengah halaman. Ada gambar Wiranto berpeci dan orang-orang yang mengantre minyak tanah. Di iklan mencolok itu, tertulis kalimat sebagai berikut:

'Semoga SBY Tepat janji Tak Menaikkan Harga BBM. Karena penduduk miskin akan bertambah, karena keresahan sosial akan meluas, karena masih ada solusi lain. Kami mengimbau pemerintah pertimbangkan kembali rencana kenaikan harga BBM, apalagi SBY pernah berjanji tak menaikkan BBM kembali. Jika pemimpin berjanji, selayaknya janji itu ditepati.' (lh/asy)


Berita Terkait