Hujan Interupsi, Rapat Paripurna DPR Diskors
Rabu, 21 Mei 2008 12:23 WIB
Jakarta - Rapat paripurna DPR dengan agenda pembacaan usul hak interpelasi kenaikan harga sembako dan hak angket BLBI diskors 10 menit. Hujan interupsi membuat forum membutuhkan waktu untuk lobi-lobi."Untuk menyelesaikan masalah ini, saya usul sidang diskors untuk dilakukan lobi-lobi," kata pimpinnan sidang Muhaimin Iskandar di Gedung Nusantara II DPR Senayan, Jakarta, Rabu (21/5/2008).Sebelumnya angota Komisi I DPR dari FPG Yuddi Chrisnandi menginterupsi agar interpelasi kenaikan harga sembako segera dituntaskan dengan memanggil Presiden."Sebelum harga BBM dinaikkan, kita harus meminta penjelasan dari Presiden. Kenapa harga BBM dinaikkan sehingga membuat harga sembako melonjak naik," ujar Yuddi.Interupsi yang sama juga disampaikan anggota FKB dari Komisi V Abdullah Azwar Anas yang meminta pimpinan DPR segera menggelar rapat konsultasi kenaikan harga sembako, yang sudah diputuskan di Bamus. Perwakilan pengusul hak angket BLBI Ario Widjanarko mendesak kepada DPR segera memutuskan interpelasi harga sembako ini secepatnya."Persoalan akibat kenaikan sembako membuat masyarakat semakin berat beban hidupnya. Kami berharap DPR segera merespons usulan ini dengan cepat," tutur Ario.Sementara FPD yang mendukung pemerintah, melalui salah satu anggotanya, Agus Hermanto, menilai, permintaan interpelasi kenaikan harga sembako hanya akal-akalan menjelang Pemilu 2009."Ini akal-akalan saja karena menjelang 2009. Biarkan pemerintah menjalankan tugasnya," tandas Agus.Sidang yang diskors 10 menit sejak pukul 11.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB belum juga dibuka kembali.
(nwk/nrl)











































