Awalnya terjadi aksi dorong-dorongan antara ratusan mahasiswa dengan ratusan polisi, Rabu (19/5/2008). Mahasiswa ingin masuk ke kantor DPRD namun dihalangi oleh polisi.
Karena dihalangi, mahasiswa melakukan aksi sweeping mobil berpelat merah yang diparkir di depan kantor DPRD. Mereka juga melempar batu sehingga kaca depan dan samping mobil Mitsubishi Colt warna putih bernopol DG 6291 A pecah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa lainnya yang tidak ditahan lari ke kampus mereka di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Jl Monuhutu. Di sana, mereka memblokir jalan dengan batu, lalu melakukan sweeping mobil dinas. Aksi sempat diredam oleh Pembantu Rektor I dari Universitas Muhammdiyah Muklis Asel.
"Saya sudah koordinasi dengan Kapolres Ternate untuk segera mengeluarkan 14 mahasiswa yang diamankan," janji Muklis.
Mendengar janji Muklis, mahasiswa luluh. Namun mahasiswa belum bubar. Mereka masih berkumpul di kampus tersebut sambil berorasi. (nik/ana)











































