Hal itu dibuktikan lewat kiriman karangan bunga duka cita serta kedatangan putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut ke rumah duka, Jalan Borobudur nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2008).
Mengenakan blus dan kerudung hitam, Mbak Tutut datang sekitar pukul 10.29 WIB dan langsung menuju tempat jenazah Ali Sadikin disemayamkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada wartawan Mbak Tutut menjelaskan tidak ada rasa sakit hati antara keluarganya dengan Bang Ali. "Tidak ada dendam," kata Mbak Tutut.
Kendati Bang Ali ikut menandatangani Petisi 50 yang mengkritik Pak Harto, namun Mbak Tutut menganggap hal tersebut bukan suatu masalah. Bang Ali dan Pak Harto dikabarkan sering bersilaturahmi.
"Mungkin pandangan politik lain. Tapi silaturahmi jalan terus. Pak Ali sering ke rumah. Bapak juga pernah ke sini," tandas mantan Mensos ini yang meninggalkan rumah duka pukul 10.43 WIB. (nwk/nrl)











































