Artikel tersebut dimuat Jerusalem Post yang mengutip pejabat senior yang tidak disebutkan namanya. Dituliskan bahwa Bush berencana menyerang Iran dalam beberapa bulan mendatang.
Demikian seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (21/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Gedung Putih buru-buru membantah artikel tersebut. Bantahan keras itu disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Dana Perino.
"Saya akan merespons itu dengan menegaskan kebijakan pemerintah. Bahwa kami bersama sekutu-sekutu internasional kami yang menginginkan perdamaian di Timur Tengah, tetap menentang ambisi Iran untuk mendapatkan senjata nuklir," kata Perino dalam statemennya.
"Untuk mencapai itu, kami sedang bekerja dengan melakukan tekanan diplomasi dan ekonomi pada Iran agar mereka mengubah sikap mereka dan menghentikan program pengayaan uranium mereka," imbuh Perino.
Ditegaskan Perino, Presiden AS tak akan pernah mengabaikan opsi apapun yang ada. Namun AS lebih memilih untuk menangani masalah ini melalui jalur damai diplomatik. "Tak ada yang berubah soal itu," imbuhnya. (ita/nrl)











































