"Lantai dua merupakan ruangan bagian keuangan, data pegawai, ruang Kapolda dan Wakapolda. Komputer staf dan perlengkapan seperti bangku-bangku juga terbakar," ujar Kapolda Sulteng Brigjen Suparni Parto kepada detikcom, Rabu (21/5/2008).
Suparni belum bisa memastikan total kerugian. Yang ia sedihkan, ya itu tadi, ludesnya data-data pegawai dan berkas-berkas penting lainnya. Toh demikian Suparni masih merasa sedikit beruntung. "Untungnya yang terbakar hanya lantai atas," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suparni menjelaskan, pihaknya akan segera membuat lagi berkas pegawai yang ludes tersebut. Karena menurutnya, ini sangat penting untuk penggajian para pegawai. "Lantai dua juga ruang penggajian," pungkasnya.
Bukan Sabotase
Suparni juga menyangkal adanya sabotase dalam insiden itu. "Penyebabnya karena arus pendek, "ujar Suparni.
Menurut Suparni, belum ditemukan indikasi adanya sabotase dalam kebakaran tersebut. "Saya pikir belum ditemukan unsur sabotase, dan kayaknya tidak ada. Karena saat terbakar ada pejabat dan para anggota di kantor untuk mempersiapkan upacara perayaan harkitnas di Mapolda," kata Suparni.
Meski kantornya habis terbakar, upacara Harkitnas tetap berlangsung sesuai dengan rencana semula. "Tadi pagi sudah berlangsung upacaranya," kata Suparni. (anw/bdi)











































